Fisipol Gelar Seminar Nasional dan Lokakarya – School Of Influencer X DigiTalk

0
35

Magelang – Rabu (27/3) di Auditorium Universitas Tidar dilaksanakan Seminar Nasional. Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama BEM FISIP Untidar dengan Center for Digital Society (CfDS)  FISIPOL UGM, Search for Common Ground dan SiberKreasi yang merupakan komunitas dibawah naungan Kementerian Komunikasi dan Infomasi. Acara ini dihadiri oleh setidaknya peserta berjumlah 150 orang yang merupakan mahasiswa/i aktif Universitas Tidar. Anemo pendaftar sangat tinggi hingga mencapai lebih dari 100% kuota yang tersedia, membuat panitia harus menyeleksi ulang mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti seminar. Mereka mendaftar melalui link google form yang telah disediakan oleh SiberKreasi. Tepat pukul 09.30 WIB acara dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yaitu Dr. Samodra Wibawa M.Sc. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari wakil ketua umum SiberKreasi, bapak Indriyatno Banyumurti .

Pada Seminar kali ini tema yang diangkat adalah “Be Social Media Peacemaker”, hal ini dikarenakan di era yang serba digital dewasa ini, di mana arus informasi sangat cepat beredar terutama dengan adanya teknologi. Maka sebagai masyarakat pun, kita dituntut untuk dapat menjadi lebih bijak dalam menerima dan mengolah informasi yang ada di media sosial. Pengembangan kemampuan kreatif dan etika dalam mengolah sebuah konten di media sosial menjadi cukup berperan penting agar dapat menekan persebaran konten negatif, hoax, dan cyber bullying yang ada di media sosial.

Dengan menghadirkan 3 (tiga) pemateri yang dimoderatori oleh Theges Selvinna. Pemateri pertama adalah Gracia Respati, seorang Program Officer di Search for Common Ground Indonesia yang giat melakukan kegiatan search yang mendukung inisiatif dalam menghadapi narasi kekerasan ekstrimis dikalangan pengguna internet, terutama anak muda di Indonesia. Sementara pemateri kedua Iradat Wirid (research assistant di CfDS) yang mana ia menyampaikan semangat pada isu-isu masyarakat digital, literasi digital, dan perkembangan media sosial di Indonesia. Dan pemateri terakhir yaitu Mentari Novel seorang Influencer yang menebar isu perdamaian melalui konten-konten video yang ia unggah dalam account youtube pribadinya.

Peserta yang hadir sangat antusias ketika menyimak materi yang disampaikan. Terlihat dari sesi tanya jawab, banyak dari mahasiswa yang mengajukan pertanyaan. Diantaranya Bagus Furqon, mahasiswa Ilmu Administrasi Negara semester 4 yang menanyakan keterkaitan pola asuh orangtua dengan perilaku seorang anak dalam bermedia sosial. Bagi setiap penanya dan peserta yang beruntung mengikuti kuis, mereka diberikan hadiah berupa mug gelas, tas laptop, dan kaos.

Setelah seminar di Auditorium selesai, acara dilanjutkan dengan kegiatan lokakarya yang terbagi kedalam tiga kelas dengan tiap kelasnya mempunyai tema yang berbeda. Kelas A dengan tema Personal Branding yang dibawakan oleh Mentari Novel. Kelas B dengan pembicara Angga Rieskiyanto membawakan tema Digital Marketing. Lalu kelas C diisi oleh Hertiana Dwi Putri dengan membahas tema mengenai Content with Common Ground Based.

Tujuan dari diselenggarakannya acara ini adalah untuk memberikan pemahaman terhadap mahasiswa/i Untidar mengenai pentingnya literasi digital di era teknologi dan media sosial. Terlebih lagi di tahun politik ini, tentu diperlukan pemahaman untuk menjadi warganet yang bijak dalam menerima informasi yang ada di media sosial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here